Saturday, 19 January 2013

Short Review: Project X (2012)

"Wanna be famous? Why not party up all night?"
Director: Nima Nourizadeh. Screenplay: Matt Drake, Michael Bacall. Cast: Thomas Mann, Oliver Cooper, Jonathan Brown. Studio: Green Hat films and Silver Pictures. Runtime: 89 min.



Apa yang dibutuhkan oleh sekumpulan remaja 'loser' untuk menjadi populer di sekolahnya? Sebuah pesta! Adalah ide gila dari Costa (Oliver Cooper) yang memanfaatkan ulang tahun Thomas (Thomas Mann), sahabatnya, untuk menggelar sebuah pesta besar-besaran untuk mendongkrak popularitas di mata teman-teman mereka.

Beserta JB (Jonathan Brown) dan Dax (Dax Flame), mereka berempat mengundang banyak orang untuk datang ke rumah Thomas dan berpesta semalam suntuk. Tentu saja pesta tak berjalan lancar. Banyak hal di luar perkiraan mereka yang menjadikan pesta ini bertambah gila dalam semalam.

Review: Wreck-It Ralph (2012)

"A full-color movie that brings you back to your childhood."
Director: Rich Moore. Screenplay: Moore, Phil Johnston. Cast: John C. Reilly, Sarah Silverman, Jane Lynch, Jake MacBryer, Alan Tudyk. Studio: Walt Disney. Runtime: 108 min.


"It's hard to love your job, when no one else seems to like you for doing it..." kalimat inilah yang menjadi motivasi Wreck-It Ralph (voice by John C. Reilly), seorang karakter antagonis dalam sebuah arcade game bernama Fix It Felix Jr. Ralph iri kepada Fix-It Felix (Jack McBryer), yang selalu mendapatkan medali penghargaan dan menjadi karakter utama dalam game tersebut. Ralph pun bertekad untuk memperoleh medali dan membuktikan bahwa ia juga bisa menjadi seorang pahlawan sehingga nekat untuk keluar dari arcade game Fix It Felix Jr. Felix pun kebingungan karena game-nya kini tak bisa berjalan karena perginya Ralph.

Saturday, 5 January 2013

Review: Demi Ucok (2013)

"Jangan terkecoh judul, Ucok bukan nama tokoh di film ini."
Sutradara & penulis naskah: Sammaria Simanjuntak. Cast: Geraldine Sianturi, Linda Marpaung, Sunny Soon, Saira Jihan. Studio: Royal Cinema Multimedia. Durasi: 79 menit.


Nama Sammaria Simanjuntak sebagai sutradara mulai terangkat ketika filmnya yang bertema tentang kisah cinta beda agama, Cin(T)a, mencuri perhatian penikmat film Indonesia di tahun 2009. Apalagi Cin(T)a berhasil memenangi penghargaan Penulis Skenario Cerita Asli Terbaik di Festival Film Indonesia pada tahun yang sama. Tiga setengah tahun kemudian, atau lebih tepatnya Januari 2013 ini, film kedua Sammaria yang berjudul Demi Ucok tayang di layar lebar. Sebuah film dengan genre drama-komedi satir yang menampilkan kisah antara seorang ibu dan anak dengan konsep budaya Batak.

Friday, 4 January 2013

Review: The Art of Getting By (2011)

 "The coming-of-age story of a young man who still trying to find the meaning of life."
Director and screenplay: Gavin Wiesen. Cast: Freddie Highmore, Emma Roberts, 
Michael Angarano, Blair Underwood, Alicia Silverstone. Runtime: 84 min.


We live and die alone, and everything else is just illusion.” Sebuah kalimat yang menjadi titik awal film ini, dimana George Zinavoy (Freddie Highmore), seorang pemuda yang mempunyai bakat melukis, memercayai kalimat tersebut benar adanya dan berprinsip bahwa hidup ini cuma 'numpang lewat'. Sikapnya yang acuh tak acuh terhadap lingkungan sekitarnya, terutama dunia pendidikan, membuat George berpetualang dalam dunianya sendiri dan seolah tak peduli terhadap pergaulan dengan orang lain. Hingga suatu hari George berkenalan dengan Sally Howe (Emma Roberts), teman sekelasnya yang membuat George menjadi sedikit lebih peduli terhadap orang lain.

Monday, 31 December 2012

Tulisan Akhir Tahun: Why I Love Movies?


Kenapa dan bagaimana adalah 2 kata tanya yang membawa kita ke garis besar artikel saya ini. Film sendiri adalah sebuah media yang tak bisa lepas dari keseharian, tentu saja buat para penikmat film, karena lewat film-lah kita bisa sejenak melepaskan penat dan rasa lelah dari rutinitas sehari-hari. Kembali ke tahun 1997, dimana saya pertama kalinya menonton film (sejauh yang saya ingat). Media berupa gambar gerak berjudul Aladdin menjadi teman sarapan saya kala itu. Ya, menikmati semangkuk sereal sambil menikmati sebuah film yang bahkan yang saat itu saya tidak ketahui judulnya.

Semenjak hari itu, saya mulai mengenal film sebagai sebuah hiburan yang bersifat 'nagih'. Bayangkan saja, saya yang waktu itu masih berusia 5-6 tahun selalu meminta ke orang tua untuk diputarkan film animasi tiap hari Minggu pagi. Toy Story, Lion King, Balto, hingga James and the Giant Peach tak bosan-bosannya saya tonton. Hingga seiring bertambahnya umur, genre film yang saya tonton pun mulai berubah. Saga Harry Potter dan Lord of The Rings menemani masa remaja saya, sementara film-film 'langganan' Oscar mulai menjejali pikiran saya waktu SMA.

Friday, 21 December 2012

[Top 5] Overrated & Underrated Movies of 2012

Tahun 2012 hampir berakhir, dan banyak film -baik yang fantastis maupun jelek- telah saya tonton sepanjang tahun ini. Banyak di antaranya yang membuat dahi saya berkerut, namun tak kalah banyak juga jumlah film yang mengundang rasa kagum. Berikut adalah daftar film overrated dan underrated (masing-masing 5) tahun 2012 menurut versi saya. Tentu saja ini bersifat subyektif karena sebuah film yang saya anggap overrated belum tentu overrated buat orang lain, begitupun sebaliknya.



Thursday, 6 December 2012

Review: Life Of Pi (2012)

"A stunning and powerful drama that teaches us about faith."

Director: Ang Lee. Screenplay: David Magee (based on novel by Yann Martel), Cast: Suraj Sharma, Irffan Khan, Adil Hussain, Rafe Spall. Studio: 20th Century Fox. Runtime: 127 min.


Masih teringat betul ketika 6 tahun lalu saya merasa terpuaskan setelah membaca sebuah novel tentang kisah seorang remaja yang terdampar di tengah samudera luas. Ya, novel Life of Pi buah dari jari-jari tangan Yann Martel, seorang penulis Kanada kelahiran Spanyol, menyajikan sebuah kisah penuh drama yang juga memberikan fantasi tersendiri bagi pembaca lewat deskripsi yang indah lewat kata-kata. Sempat terpikir bahwa Life of Pi merupakan sebuah "unfilmable novel" alias novel yang sulit diangkat ke film karena membutuhkan visualisasi ekstra jika harus diangkat ke layar lebar.