Saturday, 19 January 2013

Review: Wreck-It Ralph (2012)

"A full-color movie that brings you back to your childhood."
Director: Rich Moore. Screenplay: Moore, Phil Johnston. Cast: John C. Reilly, Sarah Silverman, Jane Lynch, Jake MacBryer, Alan Tudyk. Studio: Walt Disney. Runtime: 108 min.


"It's hard to love your job, when no one else seems to like you for doing it..." kalimat inilah yang menjadi motivasi Wreck-It Ralph (voice by John C. Reilly), seorang karakter antagonis dalam sebuah arcade game bernama Fix It Felix Jr. Ralph iri kepada Fix-It Felix (Jack McBryer), yang selalu mendapatkan medali penghargaan dan menjadi karakter utama dalam game tersebut. Ralph pun bertekad untuk memperoleh medali dan membuktikan bahwa ia juga bisa menjadi seorang pahlawan sehingga nekat untuk keluar dari arcade game Fix It Felix Jr. Felix pun kebingungan karena game-nya kini tak bisa berjalan karena perginya Ralph.

Walt Disney studios boleh tersenyum lebar karena dalam waktu berdekatan (bulan November 2012) dua film animasinya yaitu Frankenweenie dan Wreck-It Ralph cukup sukses di layar lebar. Dibuka dengan short animation movie Paperman, Wreck-It Ralph langsung masuk ke inti cerita dengan pengenalan singkat karakter Ralph dan Felix. Visualisasi yang bagus, pembagian karakter yang pas, dan jalan cerita yang mudah dicerna oleh penonton semua umur meski gampang ditebak, membuat Wreck-It Ralph menjadi film yang layak ditonton.

Selain Ralph dan Felix, masih ada beberapa karakter penting lain, yakni Vanellope van Schweetz (Sarah Silverman) dari game Sugar Rush yang menjadi 'duet' Ralph sepanjang film, Tamora Calhoun (Jane Lynch) dari game Hero's Duty yang membantu Felix mencari Ralph, serta beberapa cameo dari game-game lain yang cukup akrab bagi para penggemar game tahun 1990-an, seperti Ryu & Bison, Sonic, Zangief, hingga King Koopa dari game nintendo paling populer, Mario Bros.


Menyaksikan dunia game dalam Wreck-It Ralph seolah membawa penonton ke masa lalu, yang mungkin beberapa di antaranya adalah 'penggila' nintendo & PS1 pada jamannya, terlebih lagi dengan munculnya beberapa karakter game di atas. Yang disayangkan mungkin tak munculnya karakter seperti Mario & Luigi, yang menurut Disney terlalu mahal untuk membeli hak cipta atas karakter mereka.

Berbekal pengalamannya dalam mengarahkan beberapa serial animasi terkenal seperti The Simpsons & Futurama, Rich Moore terbilang sukses menghadirkan sebuah film animasi yang berwarna sekaligus memberi nostalgia bagi para pencinta game lawas. Ending-nya sendiri cukup menyentuh, dan satu nilai plus lain adalah soundtrack list yang easy listening, terutama lagu When Can I See You Again yang dibawakan oleh Owl City terasa pas diperdengarkan menjelang credit title.

Rasanya tak berlebihan jika Wreck-It Ralph disebut sebagai salah satu film animasi terbaik tahun 2012 selain Brave.



Rate: B+ / 8,5 out of 10.

1 comment: